WAJO – CELOTEHMUDA.COM- Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Wajo melanjutkan pembangunan jalan hotmix ruas Assorajang II di Kecamatan Tanasitolo.
Rekonstruksi atau peningkatan jalan yang bersumber dari DAK tahun 2026 menelan anggaran Rp2.955.947.937 dengan volume 839 meter X 4,5 meter. Waktu pelaksanaan 149 Hari Kalender.
Dalam penelusuran awak media, proyek miliar tersebut dilaksanakan kontraktor asal Kabupaten Soppeng, CV. Pawah Mitra Sarana. Termasuk konsultan pengawas, CV. Tri Nur Hasga beralamat di Jalan Pahlawan No. 58 Cabange Kecamatan Lilirilau, Soppeng.
Sebelumnya di tahun 2025, ruas Assorajang II juga mendapat dukungan anggaran melalui Dinas PUPRP Wajo. Nilainya Rp1.324.509.300 dilaksanakan CV. Risqa Pratama, beralamat di Kelurahan Lapajung Kecamatan Lalabata, Soppeng.
Warga berharap pekerjaan lanjutan tahun ini memiliki kualitas yang bagus. Tidak seperti tahun sebelumnya, kondisinya sudah retak di beberapa titik.
“Yang tahun lalu. Aspalnya sudan ada retak-retak,” ujar warga setempat, Rahmat, Rabu, 9 September.
Namun dalam pantauan awak media, proyek lanjutan hotmix tahun 2026, didalamnya termasuk item pekerjaan Lapisan Pondasi Agregat (LPA) yang merupakan lapisan struktur pondasi berbahan batuan yang terletak tepat di bawah lapisan aspal.
Kondisi yang ditemukan, LPA diduga tidak padat. Dampak utama jika Lapisan Pondasi Atas (LPA) proyek tidak padat adalah penurunan daya dukung tanah dan struktur di atasnya, yang memicu kerusakan dini pada jalan.
Apalagi, sepanjang baju jalan dari proyek lanjutan itu terlihat kurang padat. “Kalau proses pemadatan LPA tidak memenuhi standar spesifikasi teknis, dampak negatif yang akan terjadi, jelas kerusakan struktural jalan. Menimbulkan amblas, bergelombang dan retakan,” tuturnya. (*)