26 Januari 2026 | oleh Salman
Wajo, Celotehmuda.com – Seorang mitra driver car Draiv bernama Abbas menjadi korban dugaan pemukulan dan pengeroyokan oleh sekelompok orang tidak dikenal di Jl. Bhayangkara, Pattirosompe, Sengkang. Insiden tersebut diduga melibatkan sekitar 5 hingga 8 orang pelaku.
Peristiwa bermula saat korban sedang menjalankan tugas menjemput penumpang.
Baca Juga: Revolusi Penghijauan di Wajo, Bupati Andi Rosman: Salah Satu Cara Antisipasi Banjir
Setelah penumpang masuk ke dalam mobil, terjadi cekcok antara penumpang dengan sekelompok orang di sekitar lokasi.
Tanpa mengetahui permasalahan yang terjadi, korban justru menjadi sasaran pemukulan dan pengeroyokan secara bersama-sama.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bibir, lebam di wajah dan badan, serta kerusakan kendaraan berupa lecet dan penyok akibat hantaman batu.
Untuk kepentingan hukum, korban telah menjalani visum (fisum) guna mendokumentasikan luka-luka yang dialami.
Kasus ini telah resmi dilaporkan dan saat ini ditangani oleh pihak Polsek Tempe.
Baca Juga: Pastikan Kualitas Pekerjaan, Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif Tinjau Proyek Jalan
Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap para pelaku dan menindaklanjuti laporan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Direktur Draiv Wajo, Boim Usman, menyampaikan harapannya agar aparat kepolisian bertindak cepat dan profesional.
“Saya berharap pihak kepolisian dapat segera bertindak cepat dan profesional untuk mengusut tuntas kasus ini serta memproses seluruh pelaku sesuai hukum yang berlaku,” ujar Boim.
Baca Juga: Formulir Pendaftaran & Informasi Melayu Day 2026, di Tailan (YALA), Bisa di Wajo
Ia juga mengimbau agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi konflik lanjutan.
“Kami menaruh harapan besar agar penanganan yang cepat ini dapat mencegah terjadinya bentrok lanjutan. Saat ini terdapat sekitar 200 mitra driver yang merupakan rekan korban dan tentu merasakan emosi serta solidaritas yang kuat. Namun kami menegaskan bahwa tindakan balasan bukanlah solusi,” tambahnya.
Boim menegaskan, pihaknya mengajak seluruh mitra driver untuk menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(*)