BULUKUMBA – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan diduga diusir dari rumah mertuanya di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memicu perhatian luas di media sosial. Video tersebut diunggah akun Instagram makassar_iinfo pada Kamis, 3 Juli 2025, dan telah ditonton lebih dari 1,9 juta kali dengan lebih dari 1.800 komentar.

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak seorang perempuan berbaju biru muda membawa pakaian dalam gulungan sarung, diikuti seorang perempuan paruh baya berbaju hitam. Suara perekam terdengar mengatakan, “Sabarko nak, Insyaallah ada lebih baik.” Narasi yang menyertai unggahan menyebut peristiwa ini terjadi di Desa Padangloang, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba.

Reaksi dari publik pun bermunculan di kolom komentar. Ketua DPRD Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah, turut menyampaikan keprihatinannya dengan menuliskan, “Astagfirullah, Bulukumba daerah mana ini?” Komentar tersebut dibalas oleh warganet yang menyebut bahwa kejadian itu terjadi sejak enam bulan lalu.

Tak hanya tokoh publik, influencer sekaligus pengusaha kosmetik Fenny Frans juga ikut menanggapi dengan singkat, “Kasian, orang mana ini?” Komentar-komentar lain turut membanjiri unggahan, sebagian besar menunjukkan empati terhadap perempuan dalam video tersebut.

Di sisi lain, beberapa pengguna media sosial mempertanyakan konteks dan keabsahan narasi yang beredar, mengingat belum ada penjelasan resmi dari pihak keluarga maupun pemerintah setempat. Hingga saat ini, pemerintah desa maupun dinas terkait di Kabupaten Bulukumba belum memberikan tanggapan publik.

Fenomena ini kembali menyoroti bagaimana konten rumah tangga yang terekam dan dibagikan di media sosial dapat menyebar dengan cepat dan memicu diskusi nasional. Pakar komunikasi digital menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menanggapi informasi yang berasal dari potongan video.

Editor : Salman Alfarisi