06 Juli 2025 | oleh Redaksi
BANTAENG – Bencana banjir, tanah longsor, dan gelombang pasang yang melanda wilayah Kabupaten Bantaeng pada Sabtu (5/7/2025), memicu respons gotong royong dari masyarakat dan berbagai unsur tim tanggap darurat. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.00 Wita, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah hulu dan hilir sejak pukul 02.00 Wita.
Hujan lebat yang bertepatan dengan pasang air laut menyebabkan meluapnya air sungai dan menggenangi sawah, kebun, serta permukiman masyarakat. Beberapa titik dilaporkan mengalami banjir dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 150 cm. Sejumlah rumah warga, pusat perdagangan, dan fasilitas umum turut terdampak.
Baca Juga: Andi Syaqirah Dapat Kejutan Satu Paket Umrah dari PT Mubarak Travel Saat Konser Perdana
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerusakan terjadi pada sejumlah infrastruktur penting, seperti tanggul sungai, tanggul pantai, jembatan, jalan, pagar sekolah, area persawahan, dan perahu nelayan. Proses evakuasi dan assessment masih berlangsung hingga saat ini, termasuk pendataan jumlah rumah dan fasilitas umum yang terdampak.
Dampak bencana juga menyebabkan terganggunya akses transportasi. Ruas jalan menuju Pasar Baru tidak dapat dilalui kendaraan dan dialihkan ke jalur lain. Selain itu, jembatan yang menghubungkan wilayah Bissampole dan Kalimbaung ditutup sementara. Pemadaman listrik dilakukan sejak pukul 09.00 Wita sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Baca Juga: Gaya Low Profile Munafri, Rayakan HUT Kota Makassar dengan Syukuran Sederhana
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu melalui kegiatan peninjauan lokasi, pembersihan material, evakuasi dan pertolongan warga terdampak, serta koordinasi aktif dengan pemerintah setempat. Proses assessment dan dokumentasi atas kerusakan juga terus dilaksanakan.
Dalam penanganan bencana ini, sejumlah tim terlibat, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng, TNI/Polri, BASARNAS, pemadam kebakaran, TAGANA, serta relawan dan masyarakat setempat. Kolaborasi antar unsur ini menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan serta pemulihan pasca-bencana.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti arahan dari tim di lapangan. Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bantaeng masih terus memantau perkembangan dan berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan keselamatan warga dan pemulihan kondisi daerah terdampak.
Editor : Salman Alfarisi