03 November 2025 | oleh Redaksi
Celotehmuda.com •• Wajo – Kabupaten Wajo menempati posisi kedua sebagai daerah penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan sepanjang periode Januari hingga November 2025.
Data tersebut berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ketahanan Pangan di Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Baca Juga: Mitra Driver Draiv Jadi Korban Pengeroyokan di Pattirosompe, Kasus Dilaporkan ke Polsek Tempe
Berdasarkan hasil KSA, produksi beras Kabupaten Wajo mencapai 423.853 ton sepanjang tahun 2025. Angka ini menempatkan Wajo sebagai daerah penghasil beras tertinggi kedua di Sulawesi Selatan setelah Kabupaten Bone.
Sementara secara nasional, Kabupaten Wajo berada di urutan ke-11 dari seluruh daerah penghasil beras di Indonesia.
Kabupaten Bone menjadi penghasil beras tertinggi di Sulawesi Selatan dengan total produksi 524.910 ton dan berada di urutan kelima secara nasional.
Posisi berikutnya di Sulsel ditempati Kabupaten Pinrang dengan produksi 329.865 ton, disusul Sidrap dengan 318.504 ton, serta Luwu dengan 164.891 ton.
Baca Juga: Revolusi Penghijauan di Wajo, Bupati Andi Rosman: Salah Satu Cara Antisipasi Banjir
Secara nasional, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tercatat sebagai penghasil beras terbanyak dengan produksi 860.974 ton, diikuti Banyuasin, Subang, Karawang, dan Bone di posisi kelima.
Metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang digunakan BPS merupakan survei rutin untuk mengestimasi luas panen dan produksi tanaman pangan, terutama padi dan jagung.
Baca Juga: Pastikan Kualitas Pekerjaan, Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif Tinjau Proyek Jalan
Survei ini dilakukan setiap bulan dengan pengamatan langsung di lapangan menggunakan teknologi berbasis aplikasi Android, sehingga hasilnya lebih akurat dan diperbarui secara berkala.
Kegiatan pengamatan biasanya dilakukan pada tujuh hari terakhir setiap bulan oleh petugas BPS di setiap daerah untuk memastikan data yang dikumpulkan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Wajo tetap menunjukkan peran pentingnya sebagai salah satu lumbung padi utama di Sulawesi Selatan dan menjadi kontributor besar terhadap ketersediaan beras di wilayah timur Indonesia.(*)