Banner Iklan

Tradisi Tudang Sipulung Wajo, Pejabat dan Petani Makan Bersama di Daun Pisang Tanpa Sekat

05 November 2025 | oleh Redaksi

Tradisi Tudang Sipulung Wajo, Pejabat dan Petani Makan Bersama di Daun Pisang Tanpa Sekat
Bagikan:

Celotehmuda.com •• Wajo – Ribuan petani dari berbagai kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Wajo mengikuti kegiatan Tudang Sipulung Tingkat Kabupaten Wajo, Rabu (5/11/2025).

Acara berlangsung di Unit Rice Processing Center (RPC) Anabbanua, Kecamatan Maniangpajo, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi musim tanam rendeng April–September (Asep) 2025).

Baca Juga: Mitra Driver Draiv Jadi Korban Pengeroyokan di Pattirosompe, Kasus Dilaporkan ke Polsek Tempe

Sekitar 4.000 petani hadir dalam kegiatan ini bersama Bupati dan Wakil Bupati Wajo, pimpinan serta anggota DPRD Wajo, Ketua DPD Perpadi Sulsel, Kepala Balai Besar Riset dan Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BRMP), serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Suasana kebersamaan tampak saat seluruh peserta, termasuk para pejabat, makan bersama beralaskan daun pisang tanpa pembatas antara petani dan tamu undangan lainnya.

Tradisi ini menjadi simbol kesetaraan dan wujud syukur atas keberhasilan petani Wajo dalam meningkatkan produksi padi tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wajo Andi Rosman menyampaikan bahwa Tudang Sipulung memiliki beberapa makna utama, yakni bukti rasa syukur, pelestarian budaya, dan momen kebersamaan.

“Tidak ada pejabat, semua sama. Kita duduk sama rata. Momen ini menjadi ajang silaturahmi, bertukar pikiran, dan berbagi ilmu,” ujar Andi Rosman.

Baca Juga: Revolusi Penghijauan di Wajo, Bupati Andi Rosman: Salah Satu Cara Antisipasi Banjir

Bupati juga menyebut kegiatan Tudang Sipulung akan menjadi agenda berkelanjutan di setiap kecamatan di Kabupaten Wajo.

Ia berharap momen ini dapat memperkuat sinergi antarpetani dan seluruh pemangku kepentingan pertanian di daerah.

Sementara itu, Kepala BRMP Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry mengatakan Tudang Sipulung merupakan wadah bagi seluruh penentu kebijakan, mulai dari tingkat bawah hingga pusat, untuk menyatukan persepsi terkait arah pengembangan pertanian.

Fadjry juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Wajo saat ini menempati peringkat ke-11 nasional dari 518 kabupaten/kota di Indonesia dalam hal produksi padi dan beras, serta peringkat kedua di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Pastikan Kualitas Pekerjaan, Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif Tinjau Proyek Jalan

“Kami mengapresiasi Bupati Wajo atas prestasi yang telah dicapai. Ini pertama kalinya diadakan Tudang Sipulung seperti ini, dan tentu menjadi catatan bersejarah,” kata Fadjry.

Kegiatan Tudang Sipulung diharapkan menjadi tradisi rutin yang memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pertanian di Kabupaten Wajo.

Salman Alfarisi