05 Juni 2025 | oleh Redaksi
CELOTEHMUDA.COM – Perayaan Iduladha tak hanya menjadi ajang ibadah dan berbagi, tetapi juga momentum penting dalam merayakan kekayaan budaya dan kuliner lokal. Di Sulawesi Selatan, peringatan hari besar umat Islam ini selalu identik dengan semangat kebersamaan dan sajian istimewa dari daging kurban yang diolah menjadi hidangan tradisional yang menggugah selera.
Bagi masyarakat Bugis-Makassar, mengolah daging kurban bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk penghormatan terhadap tradisi kuliner yang telah diwariskan turun-temurun. Dari sekian banyak menu khas yang menghiasi meja makan saat Iduladha, tiga di antaranya menempati posisi istimewa di hati masyarakat.
Baca Juga: Dari Kamar di Kulon Progo, Nurohman Kelola Infrastruktur IT Global
Baca Juga : Jelang Iduladha, Pangkep Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Posko Pengaduan
Tidak lengkap rasanya merayakan Iduladha di Sulsel tanpa kehadiran Coto Makassar. Hidangan sup daging ini memiliki cita rasa pekat yang berasal dari perpaduan rempah-rempah seperti lengkuas, ketumbar, dan kacang tanah sangrai yang dihaluskan.
Disajikan hangat bersama burasa atau ketupat dan dilengkapi sambal tauco, Coto Makassar kerap menjadi menu andalan saat berkumpul bersama keluarga dan tetangga. Proses memasaknya yang memakan waktu lama justru menjadi bagian dari kesakralan: daging direbus hingga empuk, mengeluarkan aroma khas yang membangkitkan selera.
Menu tradisional lainnya yang tak kalah populer adalah Pallubasa. Sekilas mirip dengan Coto Makassar, namun Pallubasa menggunakan kelapa parut sangrai sebagai bahan utama penambah cita rasa gurih.
Disajikan dalam mangkuk kecil dengan tambahan kuning telur mentah dan jeruk nipis, Pallubasa menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda. Banyak keluarga memilih menu ini untuk mengolah daging kurban yang masih segar, karena rasanya semakin kaya saat disantap dalam suasana Iduladha yang hangat.
Baca Juga: Putra Tukang Parkir Raih Gelar Doktor dari Universitas Tertua di Eropa, Hanya Butuh 3 Tahun
Bagi pencinta olahan daging tanpa kuah, Konro Bakar menjadi favorit yang tak boleh dilewatkan. Iga sapi direbus dalam kuah rempah hingga empuk, lalu dipanggang dengan olesan bumbu khas Bugis-Makassar. Proses pembakaran memberikan aroma smokey yang khas, sementara bumbunya meresap hingga ke tulang.
Baca Juga : Mahasiswi UGM yang Sukses Kelola Enam Bisnis di Usia Muda
Konro Bakar biasanya disajikan bersama nasi putih dan sambal khas Sulsel, menjadikannya pilihan yang pas untuk jamuan istimewa selama Iduladha.
Baca Juga: Cecep Konsisten Jaga Kebersihan Masjid, Kerajaan Arab Saudi Balas dengan Undangan Haji
Perayaan Iduladha di Sulawesi Selatan bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana hasil kurban itu diolah dan dibagikan dalam bentuk makanan yang mempererat silaturahmi.
Lewat sajian seperti Coto Makassar, Pallubasa, dan Konro Bakar, masyarakat Sulsel tak hanya menikmati kelezatan daging kurban, tapi juga menjaga warisan kuliner leluhur yang sarat makna. Suasana Iduladha pun terasa lebih hangat dan bermakna penuh rasa syukur, cinta, dan rasa.
Editor : Salman Alfarisi