WAJO – CELOTEHMUDA.COM – Pasang air laut yang memicu genangan banjir rob di kawasan pertambakan dan beberapa pemukiman di pesisir Teluk Bone Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan senantu sudah mencapai puncaknya Senin kemarin (23/03/2026).
Sumber media ini di Langkenna Desa Pattirolokka, Kecamatan Keera menyebut ketinggian air pasang sudah lebih rendah sekitar 3 cm dibanding keadaan kemarin.
Keterangan ini diperoleh dari petambak Kamaruddin.
Di Toboko Desa Keera Kecamatan Keera sumber Malik memberitahu media ini sekiranya posisi bonang (nama rob dalam dialek Pangkep) setinggi dengan kondisi kemarin.
Petambak Rahman di Leworeng Kelurahan Tobarakka Kecamatan Pitumpanua menyebut justru air pasang hari Minggu adalah puncak ketinggian banjir rob.
Media ini yang memantau langsung kawasan tambak di Bangsalae Kelurahan Siwa Kecamatan Pitumpanua melihat bekas-bekas laluan air di jalan akses ke empang-empang warga.
Menurut Rahman di Leworeng fenomena rob yang oleh warga lokal kerap disebut juga sebagai kartampalu adalah siklus tahunan.
Namun petambak Rustam Rahim di Bolabakka Kelurahan Bulete Kecamatan Pitumpanua yang mengalami kerugian gagal panen ikan bandeng menyebut kali ini adalah yang terbesar dalam lima tahun terakhir.
Dari Laukku Desa Paojepe Kecamatan Keera dilaporkan beberapa petambak memanen ikan bandeng dan udang kaki putih mereka lebih cepat.
Di anjungan pelabuhan Bangsalae Siwa terpantau rob menggenangi jalan beraspal yang merupakan akses ke kawasan wisata yang sedang direkonstruksi oleh Pemkab Wajo.
Pantauan media ini menyimpulkan genangan air pasang rob belum mengancam beberapa kompleks perumahan di Bangsalae.
Akan tetapi banyak rumah warga di kampung Pasa’ Bale (Jalan Utama) Lingkungan Tocamming, Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua tergenang banjir rob.
Dari Cenranae Jalang Kelurahan Akkajeng Kecamatan Sajoanging seorang warga yang bernama Sulfa memberitahu kontributor media ini bahwa rob juga melanda kawasan ini.
Di Masiae Desa Paojepe Kecamatan Keera menurut laporan warga Elyardi, ketinggian air di tambatan perahu Ulu Saloe juga mengalami puncaknya Senin kemarin.
Akan tetapi dalam pandangan Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Wajo Bakhtiar, S.Pi. warga sebaiknya tetap waspada.
“Menunggu satu bulan kemudian April kalau ada curah hujan tinggi biasanya ketemu air pasang.” (*)