30 Agustus 2025 | oleh Redaksi
Celotehmuda.com, Wajo – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wajo menggelar aksi protes keras di depan Kantor Satlantas Polres Wajo, Jumat (29/8/2024).
Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat pembubaran demonstrasi di Jakarta.
Baca Juga: Mitra Driver Draiv Jadi Korban Pengeroyokan di Pattirosompe, Kasus Dilaporkan ke Polsek Tempe
Dalam aksinya, massa membakar ban bekas, berorasi, hingga merobek spanduk Satlantas bertuliskan “Polri untuk Masyarakat”.
Mereka juga membawa spanduk lain bertuliskan “Rakyat Sudah Tertindas Malah Dilindas” sebagai simbol kekecewaan terhadap aparat kepolisian.
Jenderal Lapangan aksi, Hardiyan, menegaskan tuntutan utama mereka adalah pencopotan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.
“Kami menilai Kapolri dan Kapolda Metro Jaya harus bertanggung jawab atas kematian saudara kami, Affan Kurniawan. Kekerasan aparat tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Baca Juga: Revolusi Penghijauan di Wajo, Bupati Andi Rosman: Salah Satu Cara Antisipasi Banjir
Hardiyan juga meminta Kapolres Wajo hadir berdialog secara langsung dengan massa aksi.
“Kami ingin Kapolres Wajo menemui kami. Kami tahu bahwa Kapolres Wajo saat ini berada di Kabupaten Wajo,” ujarnya di tengah orasi.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Wajo AKBP Muhammad Roshid Ridho akhirnya turun langsung menemui massa aksi.
Baca Juga: Pastikan Kualitas Pekerjaan, Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif Tinjau Proyek Jalan
“Kami akan terus mengevaluasi kinerja kepolisian dan berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya di hadapan peserta aksi.
Meski diwarnai pembakaran ban dan perobekan spanduk, situasi di sekitar Kantor Satlantas Polres Wajo tetap terkendali hingga massa membubarkan diri dengan tertib.
Salman Alfarisi