02 Juni 2025 | oleh Redaksi
CELOTEHMUDA.COM – Pemerintah akan menerapkan program diskon tarif listrik sebesar 50 persen mulai Kamis, 5 Juni hingga akhir Juli 2025. Kebijakan ini menyasar sekitar 79,3 juta pelanggan rumah tangga berdaya rendah, yakni 450 VA, 900 VA, dan 1.300 VA, sebagai upaya meredam dampak tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.
Diskon otomatis ini berlaku bagi pelanggan listrik prabayar maupun pascabayar tanpa perlu registrasi tambahan. Namun penting dicatat, pembelian token sebelum 5 Juni masih menggunakan tarif normal.
Baca Juga: Bupati Sidrap Hadir Langsung Dukung Syaqirah di Final Audisi D’Academy 7
Program ini merupakan lanjutan dari insentif yang sempat diberlakukan pada Januari–Februari 2025 lalu. Pemerintah menetapkan batas maksimum pembelian listrik yang bisa mendapat diskon selama periode berlangsung.
Berikut rincian batas pembelian dan potongan diskon maksimal:
| Daya Listrik | Maksimum kWh | Harga/kWh | Total Maksimal | Potongan Maksimal |
|---|---|---|---|---|
| 450 VA | 324 kWh | Rp 415 | Rp 134.460 | Rp 67.230 |
| 900 VA | 648 kWh | Rp 1.352 | Rp 876.096 | Rp 438.048 |
| 1.300 VA | 936 kWh | Rp 1.447 | Rp 1.354.392 | Rp 676.119 |
Untuk pelanggan prabayar, potongan harga langsung diterapkan saat pembelian token listrik dilakukan selama bulan Juni dan Juli 2025. Transaksi bisa dilakukan lewat aplikasi PLN Mobile maupun saluran lain seperti ATM, kantor pos, e-commerce, dan minimarket.
Sementara bagi pelanggan pascabayar, diskon akan tercermin pada tagihan bulanan:
Baca Juga: KKSS Gaspol! Resmi Dikukuhkan, Siap Bangun Sekolah & Pangan Nasional
Pembayaran dapat dilakukan melalui PLN Mobile dengan langkah-langkah berikut:
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, dan PT PLN (Persero). Tujuannya untuk memberikan ruang fiskal bagi masyarakat kelas bawah dalam menghadapi beban ekonomi yang meningkat.
Baca Juga: COVID Comeback? Makassar Dapat 1, Tapi Aman!
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atau menghubungi layanan pelanggan PLN.
Editor : Salman Alfarisi / Sumber : Kompas.tv