05 November 2025 | oleh Redaksi
Celotehmuda.com •• Wajo – Sejumlah petani di Kabupaten Wajo menyampaikan keluhan terkait keterbatasan bahan bakar solar untuk alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam kegiatan Tudang Sipulung Tingkat Kabupaten Wajo, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan tersebut digelar di Unit Rice Processing Center (RPC) Anabbanua, Kecamatan Maniangpajo, dihadiri sekitar 4.000 petani dari berbagai kelompok tani (Poktan) se-Kabupaten Wajo.
Baca Juga: Mitra Driver Draiv Jadi Korban Pengeroyokan di Pattirosompe, Kasus Dilaporkan ke Polsek Tempe
Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati dan Wakil Bupati Wajo, pimpinan serta anggota DPRD Wajo, Ketua DPD Perpadi Sulsel, Kepala Balai Besar Riset dan Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BRMP), serta sejumlah pejabat daerah.
Para petani memanfaatkan momentum Tudang Sipulung untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi di lapangan, salah satunya mengenai sulitnya mendapatkan solar bersubsidi yang dibutuhkan dalam pengoperasian alsintan seperti traktor dan mesin panen.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BRMP, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi petani Wajo dan melaporkan langsung ke pemerintah pusat.
Baca Juga: Revolusi Penghijauan di Wajo, Bupati Andi Rosman: Salah Satu Cara Antisipasi Banjir
“Nanti akan saya laporkan juga yang terkait ini. Kita akan sampaikan supaya kebutuhan solar untuk alsintan di Kabupaten Wajo bisa dilayani,” ujar Fadjry.
Fadjry menegaskan bahwa ketersediaan solar menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian, terutama di daerah dengan lahan luas seperti Wajo.
Baca Juga: Pastikan Kualitas Pekerjaan, Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif Tinjau Proyek Jalan
“Wajo masih terkendala penyiapan solar. Dengan peningkatan produktivitas seperti sekarang, tentunya kita akan bantu agar kebutuhan solar ini bisa terpenuhi,” katanya.
Kegiatan Tudang Sipulung di Anabbanua tersebut digelar sebagai wujud syukur atas hasil panen padi musim tanam rendeng April–September (Asep) 2025 dan menjadi wadah silaturahmi antara petani dan pemerintah daerah.
Salman