Banner Iklan

Identifikasi 13 Korban Ledakan Amunisi Garut Rampung, TNI Selidiki Penyebab

14 Mei 2025 | oleh Redaksi

Identifikasi 13 Korban Ledakan Amunisi Garut Rampung, TNI Selidiki Penyebab
Bagikan:

CELOTEHMUDA.COM – Proses identifikasi terhadap 13 jenazah korban tewas dalam insiden ledakan amunisi tidak laik pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah tuntas pada Selasa (13/5/2025) sore. Ledakan maut yang terjadi sehari sebelumnya, Senin (12/5), pukul 09.30 WIB, merenggut nyawa empat personel TNI dan sembilan warga sipil.

Baca Juga: Bupati Sidrap Hadir Langsung Dukung Syaqirah di Final Audisi D’Academy 7

Kepastian identitas para korban disampaikan oleh Kepala Seksi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Rekam Medis RSUD Pameungpeuk, Yani Dahyani. Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan sejak Senin sore secara intensif oleh tim gabungan dari TNI AD, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar, dan pihak rumah sakit. “Identifikasi 13 korban selesai pada Selasa sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Para korban dalam insiden tragis ini terdiri atas Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Mayor Cpl Anda Rohanda, Koptu Eri, Pratu Aprio, Agus Gustaman, Irfan Maulana, Anwar, Endang Rahmat, Toto Hermanto, Iyus, Dadang Lis, Rustiawan, dan Yusrizal.

Hingga kini, lokasi kejadian masih disterilkan oleh TNI AD. Dari pantauan di lapangan, tempat ledakan berada hanya sekitar satu kilometer dari jalan umum, dan dekat dengan warung, perkebunan, serta permukiman warga. Hal ini memunculkan sorotan dari sejumlah pihak.

Pengamat militer dari Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai lokasi peledakan tersebut tidak sesuai standar keselamatan.

“Idealnya, proses peledakan amunisi dilakukan minimal 30 sampai 50 kilometer dari pemukiman terakhir warga. Ini untuk menghindari risiko besar terhadap keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Pernyataan itu sejalan dengan kekhawatiran masyarakat sekitar yang menyebut bahwa peledakan rutin dilakukan terlalu dekat dengan area hunian. Bahkan, beberapa kerabat korban menyampaikan bahwa aktivitas peledakan itu sudah berlangsung sejak lama, dengan melibatkan warga sebagai tenaga bantu.

Baca Juga: KKSS Gaspol! Resmi Dikukuhkan, Siap Bangun Sekolah & Pangan Nasional

Agus Setiawan, kerabat salah satu korban, membantah anggapan bahwa para korban sipil adalah pemulung yang mencari logam di sekitar lokasi peledakan.

“Kami bekerja secara resmi bersama TNI dalam pemusnahan amunisi ini. Setiap hari kami menerima bayaran atas tugas tersebut. Saya sendiri biasa membuka amunisi sebelum diledakkan,” ungkap Agus.

Sampai saat ini, belum ada kejelasan dari pihak TNI AD mengenai evaluasi atau perubahan prosedur dalam kegiatan pemusnahan amunisi usang di masa mendatang. Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil investigasi internal.

“Kami belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut terkait keterlibatan warga maupun rencana ke depan. Saat ini fokus kami adalah menyelesaikan proses penyelidikan secara menyeluruh,” kata Mahmuddin.

Baca Juga: COVID Comeback? Makassar Dapat 1, Tapi Aman!

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengunjungi para korban di RSUD Pameungpeuk, menyatakan keprihatinan mendalam dan berjanji akan memastikan hak-hak korban dan keluarganya diperhatikan.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam, sekaligus menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya penerapan prosedur keselamatan yang ketat dalam kegiatan berisiko tinggi seperti pemusnahan amunisi.

Editor : Salman Alfarisi