Banner Iklan

Dugaan Kekerasan Seksual di UNM, Kampus Didorong Bertindak Tegas

19 Februari 2025 | oleh Redaksi

Dugaan Kekerasan Seksual di UNM, Kampus Didorong Bertindak Tegas
Bagikan:

Celotehmuda.com – Kasus dugaan kekerasan seksual kembali mencuat di lingkungan akademik, kali ini terjadi di Universitas Negeri Makassar (UNM). Seorang dosen diduga melakukan pelecehan terhadap mahasiswa laki-laki, dan kasus ini kini tengah ditangani oleh Polda Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Duel Maut di Palu Barat, Seorang Pria Tewas Ditikam Pamannya

Baca Juga: Bupati Sidrap Hadir Langsung Dukung Syaqirah di Final Audisi D’Academy 7

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian aparat hukum, tetapi juga memicu diskusi luas mengenai peran kampus dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan akademik. Banyak pihak menilai bahwa institusi pendidikan harus mengambil langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh civitas akademika.

Herli, seorang alumni UNM sekaligus pegiat isu gender, menekankan bahwa UNM harus berani bersikap tegas dalam menangani kasus ini. Menurutnya, sebagai institusi yang mencetak calon pendidik, UNM memiliki tanggung jawab besar dalam menegakkan prinsip keamanan dan keadilan di dunia akademik.

Kasus seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Jika kampus gagal menangani kekerasan seksual dengan tegas, artinya mereka mengabaikan keamanan mahasiswa dan reputasi institusi sendiri,” tegas Herli.

Baca Juga : Alasan WNI Memilih Bekerja di Luar Negeri

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kampus tidak hanya bertanggung jawab untuk menyelesaikan kasus yang telah mencuat, tetapi juga harus memiliki kebijakan pencegahan yang jelas.

Kampus perlu membangun sistem pelaporan yang aman, mendukung korban secara penuh, dan memberikan hukuman tegas kepada pelaku,” tambahnya.

Ia juga meyakini bahwa tindakan tegas terhadap pelaku tidak akan merusak citra kampus, justru sebaliknya, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tersebut.

Baca Juga: KKSS Gaspol! Resmi Dikukuhkan, Siap Bangun Sekolah & Pangan Nasional

Penanganan kasus bukan tindakan yang merusak citra kampus. Justru, jika ditangani dengan baik dan tegas, UNM bisa menjadi contoh dalam menangani kekerasan seksual di lingkungan akademik,” jelasnya.

Selain menuntut tindakan tegas terhadap pelaku, Herli juga menyerukan pentingnya perlindungan menyeluruh bagi korban. Menurutnya, korban kekerasan seksual sering mengalami dampak psikologis berkepanjangan, sehingga kampus perlu menyediakan mekanisme perlindungan yang komprehensif.

Baca Juga : Siswa Makassar Kini Dapat Makanan Bergizi Gratis, Begini Dampaknya!

Kami ingin memastikan bahwa korban mendapatkan perlindungan secara holistik, termasuk akses pendidikan yang aman dan dukungan psikologis. Jangan sampai korban justru dikucilkan atau mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu,” ungkapnya.

Ia berharap kasus ini dapat menjadi momentum bagi institusi pendidikan untuk lebih proaktif dalam menciptakan ruang akademik yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Baca Juga: COVID Comeback? Makassar Dapat 1, Tapi Aman!

Semoga ini menjadi pelajaran bagi UNM dan kampus lain agar lebih aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman. Kampus harus menjadi tempat belajar dan bekerja yang nyaman bagi semua,” pungkasnya.

Editor : Salman Alfarisi

 

Kasus dugaan kekerasan seksual kembali mencuat di lingkungan akademik, kali ini terjadi di Universitas Negeri Makassar (UNM). Seorang dosen diduga melakukan pelecehan terhadap mahasiswa laki-laki, dan kasus ini kini tengah ditangani oleh Polda Sulawesi Selatan.