Banner Iklan

Dugaan Gangguan Psikologis, Ibu Muda di Makassar Tega Habisi Nyawa Bayinya

05 Juli 2025 | oleh Redaksi

Dugaan Gangguan Psikologis, Ibu Muda di Makassar Tega Habisi Nyawa Bayinya
Bagikan:

MAKASSAR – Seorang ibu muda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menghabisi nyawa bayinya yang baru berusia dua bulan. Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah Pampang 2 Lorong 5, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Jumat malam (4/7/2025) sekitar pukul 20.00 WITA.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, bayi laki-laki tersebut diduga dibunuh menggunakan toples oleh ibunya sendiri. Sang bayi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Aksi KOMAKS Berlangsung di Kantor Dinas TPH Sulsel, Soroti Proyek Cetak Sawah Rp6,4 Triliun di Gowa.

Dalam foto yang beredar, ibu muda itu terlihat terus menangisi jasad bayinya yang telah terbujur kaku di ruang jenazah rumah sakit.

Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Pampang, Haris, membenarkan kejadian tersebut. “Kejadiannya di Pampang 2 Lorong 5, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang,” ujar Haris saat ditemui wartawan di RS Ibnu Sina.

Kapolsek Panakkukang AKP Aris Satrio yang turut berada di lokasi mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut. Ia menyatakan bahwa ibu korban sedang dalam proses pemeriksaan intensif.

Baca Juga: JMSI Sulsel Terima Kunjungan Pengurus PSI, Bahas Sinergi Media dan Demokrasi

“Adanya dugaan pembunuhan terhadap bayi, untuk saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap ibu korban yang kami duga melakukan perbuatannya,” kata AKP Aris Satrio kepada wartawan.

Namun demikian, Aris menegaskan bahwa proses pemeriksaan memerlukan pendampingan dari pihak psikolog. Hal ini karena pelaku diduga mengalami gangguan psikologis.

Baca Juga: JMSI Sulsel Jalin Sinergitas dengan Amanda Brownies Area 5 Makassar

“Untuk pemeriksaan terhadap ibu korban, kami akan lakukan secara hati-hati, karena ada dugaan pelaku mengalami gangguan psikologi,” ujarnya.

Kasus ini menyita perhatian publik dan memunculkan keprihatinan terkait pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu pasca persalinan. Banyak pihak menyerukan perlunya edukasi dan pendampingan bagi para ibu agar peristiwa serupa tidak terulang.

Editor : Salman Alfarisi