20 Maret 2025 | oleh Redaksi
CELOTEHMUDA.COM — Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan bahwa puncak arus mudik Lebaran 1446 Hijriah/2025 Masehi diperkirakan akan dimulai pada 28 Maret 2025. Dishub Sulsel telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan menyiapkan langkah antisipasi guna memastikan kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik Idul Fitri.
Baca Juga : Driver Ojol Protes Tarif, Blokade Jalan di Makassar Bikin Lalin Macet 1 Km
Baca Juga: Bupati Sidrap Hadir Langsung Dukung Syaqirah di Final Audisi D’Academy 7
Kepala Dishub Sulsel, Andi Erwin Terwo, menjelaskan bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 28, 29, dan 31 Maret 2025, sementara arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 6 April 2025. Pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi potensi kemacetan di beberapa jalur vital.
“Jalur distribusi mulai Jalan Urip Sumoharjo hingga jalur utara yang menghubungkan Makassar-Parepare menjadi titik perhatian utama. Selain itu, jalur dari Makassar-Bone dan Makassar-Bulukumba juga diperkirakan akan padat,” ujar Erwin.
Menurut Erwin, Dishub Sulsel akan menempatkan petugas di sejumlah titik strategis, termasuk perbatasan Makassar-Maros, yang sering menjadi lokasi rawan kemacetan akibat pertemuan angkutan lebaran dari berbagai arah. Pihaknya juga akan memantau simpang lima dan ruas jalan tol, yang seringkali menjadi titik kemacetan pada jam-jam sibuk.
Baca Juga : Sidang PTUN Makassar Ungkap Fakta Baru di Balik Skorsing Mahasiswa UIN Alauddin
“Kami akan menyiapkan petugas untuk mengurai kemacetan, terutama di simpang lima dan ruas jalan tol yang menghubungkan berbagai moda transportasi,” tambahnya.
Baca Juga: KKSS Gaspol! Resmi Dikukuhkan, Siap Bangun Sekolah & Pangan Nasional
Selain itu, Dishub Sulsel juga mengidentifikasi potensi kemacetan di Kabupaten Maros, khususnya di persimpangan tiga yang menghubungkan jalur dari Bone dan Parepare. Waktu kemacetan diperkirakan terjadi pada jam-jam tertentu, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WITA.
Jalur selatan Makassar-Bulukumba juga mendapat perhatian khusus, terutama di titik antara Gowa dan Takalar, yang berpotensi mengalami kemacetan parah. Untuk itu, Dishub Sulsel akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah kabupaten setempat dan kepolisian.
Baca Juga : Polisi Lakukan Penyisiran di Kampus UMI Setelah Bentrokan dan Insiden Panah Busur
Selain itu, jalan menuju destinasi wisata seperti Malino juga menjadi fokus pengawasan. Erwin menjelaskan bahwa jalur tersebut cenderung ramai selama musim mudik, sehingga perlu diantisipasi lebih lanjut.
Baca Juga: COVID Comeback? Makassar Dapat 1, Tapi Aman!
Seiring dengan peningkatan jumlah pemudik, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandi sebelumnya mengungkapkan bahwa sebanyak 5,1 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Sulawesi Selatan selama Lebaran 2025. Hal ini menjadikan Sulsel sebagai salah satu daerah dengan pergerakan angkutan Lebaran yang cukup tinggi.
Dengan persiapan matang dari Dishub Sulsel, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2025 dapat berlangsung lancar dan aman, tanpa menimbulkan kemacetan yang berarti.
Editor : Salman Alfarisi