04 Juli 2025 | oleh Redaksi
MAKASSAR – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 12 Makassar, setelah muncul protes warga yang memblokade akses jalan ke sekolah tersebut, Kamis (3/7/2025).
Aksi blokade dilakukan oleh puluhan warga Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, yang kecewa karena anak-anak mereka tidak diterima di sekolah yang letaknya hanya beberapa ratus meter dari tempat tinggal mereka.
Baca Juga: Aksi KOMAKS Berlangsung di Kantor Dinas TPH Sulsel, Soroti Proyek Cetak Sawah Rp6,4 Triliun di Gowa.
Dalam video yang beredar di media sosial, warga terlihat menutup jalan menggunakan besi hollow sejak pukul 05.30 WITA. Akses utama dari arah barat ke timur menuju SMAN 12 Makassar sempat tidak bisa dilalui.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Ir. H. Sumarlin Yusuf, M.Pd, menyayangkan kejadian tersebut dan menyebut pihaknya akan segera menindaklanjuti aduan masyarakat.
“Kami akan memanggil pihak sekolah dan tim teknis PPDB untuk mengevaluasi data serta proses seleksi yang telah dilakukan. Aspirasi masyarakat akan kami dengarkan dan tindak lanjuti secara proporsional,” ujar Sumarlin dalam keterangan tertulis, Kamis sore.
Sumarlin menegaskan bahwa sistem PPDB saat ini menggunakan jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi. Untuk jalur zonasi, pengukuran jarak dilakukan secara digital berdasarkan titik koordinat domisili yang tertera di Kartu Keluarga.
Baca Juga: JMSI Sulsel Terima Kunjungan Pengurus PSI, Bahas Sinergi Media dan Demokrasi
“Jika ada dugaan ketidaksesuaian data atau kekeliruan sistem, tentu akan kami koreksi. Tapi kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap menyalurkan keberatannya melalui prosedur resmi,” tambahnya.
Sementara itu, pihak SMAN 12 Makassar belum memberikan pernyataan resmi, namun dikabarkan akan menghadiri rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan aparat keamanan pada Jumat (4/7/2025).
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, yang turut berada di lokasi aksi, mengungkapkan bahwa situasi kini telah kondusif setelah dilakukan mediasi antara warga dan aparat.
Baca Juga: JMSI Sulsel Jalin Sinergitas dengan Amanda Brownies Area 5 Makassar
“Kami tetap siaga agar situasi tetap aman. Kami juga mendorong penyelesaian melalui komunikasi dan dialog terbuka antara warga dengan pihak sekolah maupun dinas,” jelas Kompol Semuel.
Aksi ini menjadi sorotan publik dan menambah daftar panjang permasalahan PPDB di sejumlah daerah, terutama terkait implementasi sistem zonasi yang masih menuai polemik di lapangan.
Editor : Salman Alfarisi