WAJO – CELOTEHMUDA.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo diproyeksikan akan semakin progresif di bawah kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, ST., MM. Lahir di Makassar, 5 Oktober 1978, sosok birokrat yang dikenal inovatif ini diyakini akan membawa transformasi pengelolaan lingkungan berbasis kolaborasi dan kemandirian masyarakat.

Dengan motto “Tujuan bukan yang utama, tetapi yang utama adalah proses mencapai tujuan tersebut”, Andi Fakhrul Rijal menempatkan proses kerja yang terukur dan partisipatif sebagai fondasi utama dalam setiap kebijakan.

Pendekatan ini diperkirakan akan memperkuat sistem pengelolaan sampah dan lingkungan di Wajo secara berkelanjutan.

Jejak panjang kariernya di pemerintahan menjadi modal kuat.

Ia pernah mengawali sebagai honorer di Kelurahan Doping, kemudian berproses sebagai staf Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Pasar, hingga menjabat Kasi Ketentraman dan Ketertiban di Kelurahan Ballere.

Kariernya terus menanjak sebagai Sekretaris BPBD, Camat Penrang, hingga Camat Tempe, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo.

Berbekal pengalaman tersebut, berbagai inovasi diprediksi akan diperkuat di sektor lingkungan.

Saat menjabat Lurah Bulu Pabbu, ia berhasil menggerakkan sistem pengelolaan sampah berbasis kelurahan, mendorong swadaya masyarakat dalam pembiayaan operasional, serta menghidupkan budaya gotong royong rutin.

Konsep lorong garden yang dirintisnya juga menjadi model penataan lingkungan berbasis komunitas.

Tidak hanya di bidang kebersihan, pendekatan lintas sektor yang pernah diterapkannya, mulai dari layanan kesehatan gratis rutin, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga pembinaan kepemudaan dan keagamaan, diperkirakan akan menjadi pola kerja DLH ke depan dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.

Saat memimpin Kecamatan Penrang, ia juga mencatatkan inovasi unggulan melalui program mina padi dan sawah terpadu, yang menunjukkan kemampuannya mengintegrasikan aspek lingkungan dengan ekonomi masyarakat.
Di level kabupaten, gebrakan awal yang diproyeksikan akan diperluas adalah mendorong pengembang perumahan untuk mengelola limbah dan sampah secara mandiri.

Kebijakan ini dinilai strategis untuk mengurangi beban pemerintah sekaligus meningkatkan tanggung jawab sektor swasta terhadap lingkungan.

Didukung pengalaman organisasi sebagai Ketua KNPI Wajo periode 2013–2019 dan Ketua Umum Barisan Muda Wajo, Andi Fakhrul Rijal dikenal memiliki jejaring kuat dan kemampuan mobilisasi partisipasi publik.

Ke depan, DLH Wajo di bawah kepemimpinannya diperkirakan akan menitikberatkan pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi multipihak.

Dengan pendekatan tersebut, Wajo diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

(Asis)