WAJO – CELOTEHMUDA.COM – Pagi ini (Jumat, 20/03/2026) warga persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan berduyun-duyun mendatangi 15 titik lokasi salat Idulfitri (lihat bagian akhir berita).

Di Masjid Ta’mirul Muhlisin Jalan Bau Baharuddin Sengkang, Ust. Muhammad Irsyad, S.Ag., M.M. membawakan khutbah tentang kejujuran.

“Kejujuran adalah standar moral universal paling tinggi yang berlaku di seluruh dunia. Sehingga jujur menjadi kata kunci untuk keberhasilan. Begitu juga pemimpin juga harus jujur, jujur kepada dirinya, jujur kepada rakyatnya atau anak buahnya, maka kalau pemimpin tidak jujur dan melakukan kecurangan dalam hal pelayanan hajat hidup masyarakat, malapetaka dan kehancuran siap menghadangnya,” demikian Muhammad Irsyad, S.Ag., M.M. Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Wajo 2023-2027 dalam khutbah Idulfitri di Sengkang.

“Rakyat tidak akan mempercayainya, dan Allah pun mencatatnya sebagai orang yang tidak jujur. Bagi rakyat apalagi pejabat jujur adalah modal untuk dapat eksis dalam mengelola negara dan bangsa ini,” lanjutnya.

Betapa sudah sangat banyak contoh contoh rakyat yang sengsara karena tidak bisa membawakan sifat jujur ini pada dirinya, begitu juga penyelengara pemerintah atau pejabat yang akhirnya jatuh kepada kemerosotan nilai nilai sebagai manusia, yang seharusnya mendapat kehormatan, tetapi jatuh kelembah kenistaan semua diakibatkan karena tidak jujur.

Muhammad Irsyad pun megutip satu hadis yang memberikan pengajaran tentang kejujuran.

“Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan senantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (H.R. Muslim).

Irsyad melanjutkan bahwa kejujuran adalah standar moral universal paling tinggi yang berlaku di seluruh dunia.

Sehingga jujur menjadi kata kunci untuk keberhasilan.

“Begitu juga pemimpin juga harus jujur, jujur kepada dirinya, jujur kepada rakyatnya atau anak buahnya, maka kalau pemimpin tidak jujur dan melakukan kecurangan dalam hal pelayanan hajat hidup masyarakat, malapetaka dan kehancuran siap menghadangnya. Rakyat tidak akan mempercayainya, dan Allah pun mencatatnya sebagai orang yang tidak jujur.

“Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga,” demikian Irsyad mengutip HR. Bukhari dan Muslim.

Akhir-akhir ini kata curang barangkali adalah kata yang paling banyak muncul atau sering keluar di berbagai media massa.

Untuk menyebut atau mengomentari hasil atau suasana yang sedang terjadi di masyarakat saat ini.

Terkait dengan hal ini, bahwa shiyam Ramadan adalah bertujuan agar muslim menjadi lebih taqwa.

“Adapun jujur, tidak curang, adalah salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kejujuran merupakan setengahnya keimanan. Jujur memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan. Kaitan antara jujur dengan iman, adalah seperti koin mata uang, yang harus lengkap sisi kanan dan kirinya.”

Tidak ada keimanan yang tidak disertai kejujuran, sebagaimana juga koin mata uang tidak lengkap, kalau tidak lengkap sisi kanan dan kirinya.

Oleh karena itulah Rasulullah menggambarkan tentang yang jujur, dalam berbagai kondisi situasi dan profesi. Kunci Irsyad dalam khutbahnya.

Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H warga Muhammadiyah berlangsung hikmad di antero Wajo, Bumi La Maddukelleng. Berikut lokasi salat Idulfitri hari ini:

Masjid Darul Arqam
(Jln. Muhammadiyah Sengkang)
– Ust. Miftah Farid, S.Sy., S.Pd.I.

Masjid Tarbiyah Tempe
(Jln. Andi Parenrengi Sengkang)
– Ust. Andi Pallawarukka, S.IP., M.A.P.

Masjid Taqwa / Pelataran RTH Callaccu
– Ust. Ambo Upe, S.T.

Masjid Al-Ikhlas
(Jln. Sulawesi Sengkang)
– Ust. Drs. Sy. Haedar Kadir, M.Si

Masjid Al-Furqan
(Wirimpalennae)
– Ust. Drs. Andi Baso Arif, M.Si.

Masjid Hisbul Wathan
(Salomparee)
– Ust. Baso Ismail

Masjid Ta’mirul Qulub
(Belawa)
– Ust. Dr. Furqan Mawardi

Masjid Ta’mirul Muhlisin
(Jln. Bau Baharuddin)
– Ust. Muhajir Fattah, S.Sos.

Masjid Al-Muhajirin
(Piampo)
– Ust. Dr. Abu Naim, S.Pd.I., M.M.

Masjid Al-Ikhlas
(PCM Maniangpajo)
– Ust. Muhammad Irsyad, S.Ag., M.M.

Masjid Nurul Hidayah
(PCM Pammana)
– Ust. Ahmad Hadisra, S.Hm

Masjid Fastabiqul Khairat
(Jln. Rusa Sengkang)
– Ust. Drs. Aris Abdullah

Masjid Fastabiqul Khairat
(PCM Siwa)
– Ust. Khaerul, S.H.

Masjid Baiturrahim
(PCM Lompoloang)
– Ust. Afif (PUTM)

Masjid Al-Mujahidin
(PCM Jauh Pandang)
– Ust. Mohammad Hidayat Abdullah. [Abdul Wahab Dai]