Celotehmuda.com •• Lutim – Flyer berlabel RSUD I Lagaligo dengan tulisan besar “Stop Hoax” mendadak ramai diperbincangkan warganet di media sosial.

Flyer tersebut beredar di tengah kasus viral seorang ibu hamil, Herlina (30), warga Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, Luwu Timur, yang janinnya membusuk dalam kandungan setelah dua kali menjalani perawatan di RSUD I Lagaligo.

Publik menilai, kehadiran flyer tersebut tidak tepat waktu dan justru menimbulkan kesan seolah-olah pihak rumah sakit menggiring opini bahwa kasus Herlina adalah hoax.

“Beredar di tengah viralnya kasus yang menimpa rekan kami ini, bisa diartikan pihak Rumah Sakit berupaya menyudutkan kasus ini dan melabeli hoax, ini kan tidak etis,” kata Selvi, salah satu rekan pasien, Jumat (5/9/2025).

Komentar senada juga ramai muncul di berbagai akun media sosial. Banyak netizen menilai flyer tersebut tidak sensitif dan bisa memperkeruh suasana.

“Faktanya ada, pasiennya jelas, kok malah keluar flyer ‘Stop Hoax’. Seolah-olah menutupi kasus,” tulis salah satu akun Facebook.

Menanggapi hal itu, Humas RSUD I Lagaligo, membenarkan bahwa flyer tersebut memang produk rumah sakit. Namun ia menegaskan, flyer itu tidak ada kaitannya dengan kasus viral yang menimpa pasien Herlina.

“Ini flyer semacam informasi, bisa menjadi promosi,” ujarnya dikutip dari Batarapos.

Meski begitu, pernyataan tersebut tidak serta-merta meredam kritik publik. Justru semakin banyak masyarakat mempertanyakan strategi komunikasi RSUD I Lagaligo di tengah sorotan kasus pelayanan medis.

Hingga kini, flyer tersebut masih beredar luas di media sosial dan menuai beragam komentar warganet yang meminta RSUD I Lagaligo lebih transparan serta fokus memperbaiki layanan daripada mengeluarkan pernyataan yang dianggap membingungkan.

(SN/CM)