Banner Iklan

Kebakaran Hutan dan Lahan Sulsel Meluas, Pinrang Terdampak Terparah

14 Juli 2025 | oleh Redaksi

Kebakaran Hutan dan Lahan Sulsel Meluas, Pinrang Terdampak Terparah
Bagikan:

Celotehmuda.com, Makassar – Kementerian Kehutanan mencatat total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan sepanjang Januari hingga Mei 2025 mencapai 474,91 hektare. Sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Pinrang.

“Untuk hotspot cukup banyak. Setelah diidentifikasi, sebagian besar berada di kawasan pertanian dan perkebunan, di luar kawasan hutan. Luasannya kurang lebih 400 hektare sejak Januari hingga awal Juli,” ujar Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Fahrizal, Jumat (11/7/2025).

Baca Juga: Aksi KOMAKS Berlangsung di Kantor Dinas TPH Sulsel, Soroti Proyek Cetak Sawah Rp6,4 Triliun di Gowa.

Data Kementerian Kehutanan menyebut kebakaran di APL mencapai 444,34 hektare, sementara di kawasan hutan produksi (HP) seluas 30,57 hektare. Dari total luas tersebut, Kabupaten Pinrang menjadi daerah terdampak terbesar dengan 311,01 hektare lahan terbakar.

Selain Pinrang, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Sidrap seluas 85,09 hektare, Wajo 68,71 hektare, Enrekang 6,94 hektare, Luwu Timur 2,12 hektare, dan Luwu 1,04 hektare.

Baca Juga: JMSI Sulsel Terima Kunjungan Pengurus PSI, Bahas Sinergi Media dan Demokrasi

Fahrizal menjelaskan kebakaran lahan mayoritas dipicu kebiasaan petani membakar jerami pascapanen. Ia menilai diperlukan edukasi agar jerami diolah menjadi pakan ternak, bukan dibakar.

Baca Juga: JMSI Sulsel Jalin Sinergitas dengan Amanda Brownies Area 5 Makassar

Menurutnya, upaya penanggulangan karhutla melibatkan Manggala Agni untuk kawasan hutan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di luar kawasan hutan. Fahrizal meminta dukungan pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan.

Ia juga mengungkapkan jumlah personel Manggala Agni di Kesatuan Pengelolaan Hutan masih terbatas, hanya sekitar 70 orang. Karena itu, diperlukan pelatihan untuk memperkuat kapasitas pengendalian kebakaran.

Editor : Salman Alfarisi