Banner Iklan

Demi Gengsi Wisuda, Mahasiswi Meminta Uang, Kakak Tanggapi dengan Tegas

17 Juni 2025 | oleh Redaksi

Demi Gengsi Wisuda, Mahasiswi Meminta Uang, Kakak Tanggapi dengan Tegas
Bagikan:

CELOTEHMUDA.COM – Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang mahasiswi yang memaksa meminta uang kepada keluarganya agar dapat mengikuti acara perpisahan wisuda ke Bali. Aksi tersebut memicu beragam reaksi warganet, terutama menyangkut persoalan beban ekonomi keluarga.

Baca Juga: Bupati Sidrap Hadir Langsung Dukung Syaqirah di Final Audisi D’Academy 7

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak mahasiswi tersebut bersikeras kepada kakaknya agar diberi uang untuk keperluan perjalanan wisuda. Ia mengungkapkan keinginannya agar bisa ikut acara tersebut karena merasa gengsi jika tidak berpartisipasi bersama teman-temannya.

“Cuman berapa doang sih bang biayanya, masa gak bisa,” ujar mahasiswi tersebut dalam video tersebut, menggambarkan keinginannya yang kuat untuk ikut kegiatan ke Bali.

Namun, sang kakak menolak permintaan tersebut dengan alasan kondisi keuangan keluarga sedang sulit. Ia menyebut bahwa sang ibu bahkan harus bekerja mencuci dan menyetrika di rumah orang lain demi membiayai kuliah adiknya. Bahkan, disebutkan pula bahwa rumah keluarga sempat digadaikan demi pendidikan sang mahasiswi.

Baca Juga: KKSS Gaspol! Resmi Dikukuhkan, Siap Bangun Sekolah & Pangan Nasional

“Lo gak kasihan sama mak lu? Mak lu kasihan ini, tiap hari cuci gosok di rumah orang untuk kuliah loh,” ucap kakaknya dalam video tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa acara wisuda ke Bali bukanlah sesuatu yang wajib, sehingga seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi keluarga.

Di akhir video, mahasiswi tersebut tampak kesal dan menunjukkan gelagat ingin meninggalkan rumah, yang menambah drama dalam kejadian ini.

Baca Juga: COVID Comeback? Makassar Dapat 1, Tapi Aman!

Hingga saat ini, belum diketahui pasti identitas kedua pihak dalam video tersebut. Namun, rekaman tersebut telah menyulut diskusi di media sosial mengenai pentingnya empati dalam keluarga serta tekanan sosial terhadap mahasiswa untuk mengikuti gaya hidup yang tak selalu sejalan dengan kemampuan ekonomi.

Salman Alfarisi