Banner Iklan

17 Bulan Jabatan Kosong, Pemkot Makassar Lantik Sekda Baru untuk Perkuat Tata Kelola

01 Juni 2025 | oleh Redaksi

17 Bulan Jabatan Kosong, Pemkot Makassar Lantik Sekda Baru untuk Perkuat Tata Kelola
Bagikan:

CELOTEHMUDA.COM – Setelah lebih dari 17 bulan berada dalam kekosongan, jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar akhirnya resmi diisi. Pemerintah Kota Makassar mengakhiri masa transisi birokrasi yang panjang dengan melantik Dr. Andi Zulkifli Nanda sebagai Sekda definitif, dalam prosesi khidmat yang digelar di Balai Kota Makassar, Rabu (28/5/2025).

Baca Juga : Nielma Palamba Resmi Dilantik sebagai Pj Sekda Kota Makassar, Appi: Sosok Senior yang Teruji

Jabatan Sekda sebelumnya kosong sejak Muh Anshar memasuki masa purna bakti per 31 Desember 2023. Dalam kurun waktu tersebut, posisi vital ini hanya diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt), pelaksana harian (Plh), dan penjabat (Pj) tanpa pengukuhan definitif.

Baca Juga: Bupati Sidrap Hadir Langsung Dukung Syaqirah di Final Audisi D’Academy 7

Kondisi ini mendorong Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham untuk bergerak cepat menuntaskan kekosongan struktural yang dinilai krusial bagi efektivitas pemerintahan.

Pelantikan Beri Sinyal Kuat untuk Akselerasi Program Strategis
Pelantikan Andi Zulkifli disaksikan oleh Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Melinda Aksa, Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suharmika, unsur Forkopimda, dan seluruh jajaran pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga : Appi Umumkan Tiga Besar Kandidat Sekda Makassar, Harapkan Perubahan Nyata di Tubuh Birokrasi

Prosesi ini menjadi penanda penting berakhirnya masa stagnasi birokrasi, dan sekaligus memulai fase akselerasi program prioritas daerah yang selama ini menunggu kejelasan kepemimpinan administratif.

Baca Juga: KKSS Gaspol! Resmi Dikukuhkan, Siap Bangun Sekolah & Pangan Nasional

“Fungsi sentral Sekretaris Daerah ini akan memberikan kita kemampuan yang kuat dalam tata kelola sistem pemerintahan. Harapan kita besar karena kita tahu, tugas-tugas ke depan tidak ringan, meski terlihat sederhana. Tantangan kita besar,” tegas Munafri dalam sambutannya.

Sekda Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Pilar Tata Kelola
Munafri menegaskan bahwa pelantikan Sekda bukan hanya soal mengisi jabatan kosong, melainkan bentuk keseriusan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan responsif. Ia menempatkan posisi Sekda sebagai penggerak utama birokrasi dan pendorong sinergi antarlembaga.

“Tata kelola ini tidak bisa berjalan parsial. Harus ada kolaborasi dan kebersamaan yang tinggi, serta menjunjung nilai-nilai saling pengertian dan saling memahami,” jelasnya.

Baca Juga: COVID Comeback? Makassar Dapat 1, Tapi Aman!

Baca Juga : Nielma Palamba Ditunjuk Sebagai Plh Sekda Kota Makassar, Penuhi Amanah di Penghujung Masa Pengabdian

Dalam pidatonya, Wali Kota juga menekankan pentingnya loyalitas, kecepatan bertindak, dan keharmonisan internal dalam pemerintahan. Ia menyampaikan bahwa pemerintahan adalah satu tim besar, bukan panggung individu.

“Ini bukan tentang saya sebagai wali kota, bukan tentang Ibu Aliyah sebagai wakil wali kota, atau Pak Sekda sebagai individu. Ini tentang Pemerintah Kota Makassar sebagai satu kesatuan tim,” tegas Munafri.

ASN Diminta Luruskan Niat, Melayani Masyarakat Bukan Dilayani
Pelantikan ini juga dijadikan momentum oleh Munafri untuk kembali mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemkot Makassar tentang esensi pelayanan publik. Jabatan, menurutnya, adalah bentuk pengabdian yang tidak boleh dipersempit menjadi ruang kekuasaan.

“Kita hadir sebagai pelayan masyarakat. Tidak boleh ada alasan untuk tidak membantu menyelesaikan persoalan mereka, sekecil apa pun itu. Semangat pengabdian harus menjadi muara dari semua pekerjaan kita,” tutupnya.

Editor : Salman Alfarisi