WAJO – CELOTEHMUDA.COM – Suasana dialog terbuka mewarnai kunjungan kerja Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Supriadi Arif, saat menyapa warga Desa Lampulung, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, dalam agenda Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2025–2026, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Lampulung, Ambo Tahang, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias menyampaikan aspirasi.
Ambo Tahang menilai Supriadi Arif memiliki karakter kepemimpinan yang mencerminkan nilai malempu, magetteng na macca (jujur, tegas dan cerdas).
Ia menyebut kehadiran Supriadi untuk kedua kalinya di Lampulung sebagai bentuk komitmen nyata kepada masyarakat.
“Kehadiran beliau bukan sekadar janji, tetapi komitmen yang dibuktikan. Kami berharap dukungan kepada beliau terus terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Supriadi Arif menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat. Ia mengingatkan bahwa saat pemilu dirinya meminta dukungan masyarakat, dan kini siap menjalankan amanah tersebut.
“Saya datang sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Dulu saya meminta dipilih, sekarang saya siap diperintah oleh rakyat,” katanya di hadapan peserta reses.
Sejumlah aspirasi mengemuka dalam dialog tersebut. Risman, salah seorang warga, mempertanyakan belum difungsikannya Irigasi Cenrana. Menurutnya, jika tidak segera dioperasikan, sekitar 300 hektare lahan pertanian di sembilan desa terancam gagal panen.
“Ini menyangkut kebutuhan pokok petani dan keberlangsungan swasembada pangan. Kami berharap ada solusi cepat,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Supriadi Arif langsung berkoordinasi dengan Dinas PSDA melalui sambungan telepon di hadapan peserta reses.
Dalam komunikasi tersebut disampaikan bahwa sistem Irigasi Cenrana tengah beralih dari bahan bakar solar ke tenaga listrik dan saat ini memasuki tahap penandatanganan kontrak dengan rekanan.
Warga berharap proses tersebut dapat segera dituntaskan mengingat kebutuhan air untuk pertanian semakin mendesak.
Reses tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat, dengan fokus pada kebutuhan mendesak sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi warga desa. (*)